Wednesday, December 14, 2016

Apakah Dia Mencintaimu Sepenuh Hati? Cek Tandanya Ini



















Harian Gadis  - Semua orang pasti ingin mencintai dan balik dicintai sepenuh hati serta dengan tulus. Memang, cinta bukan perkara yang bisa dipaksa. Cinta, merupakan suatu perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan tidak dapat diukur. Perihal cinta, hal itu juga menjadi misteri yang tak bisa ditebak seenak jidat begitu saja. Terkadang, cinta datang dari orang yang tak terduga. Cinta, juga tak bisa dilihat apakah itu benar-benar tulus atau hanya sekedar kepura-puraan belaka.

Umumnya, seseorang yang benar-benar sedang dimabuk cinta akan merasa deg-degan saat ia bersanding dengan seseorang yang benar-benar dicintainya. Bahkan tak jarang, seseorang yang benar-benar sedang dilanda cinta akan salah tingkah ketika ia hanya mendengar suara orang yang sedang dicintainya. Tapi sayangnya, ketika seseorang mencintai dengan tulus dan sungguh-sungguh, tidak jarang orang yang dicintainya hanya mempermainkan perasaannya. Ketika seseorang benar-benar mencintai karenaNya, dia yang dicintai bahkan sama sekali tak menaruh perasaan cinta padanya.


Untuk mengetahui apakah si dia balik mencintaimu dengan tulus atau tidak, ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat darinya. Jika tanda tersebut tak ada, bisa saja dia tak mencintaimu setulus kamu mencintainya. Apa saja tandanya? Berikut tanda bahwa dia juga mencintaimu sepenuh hati dan setulus hati.
  • Komunikasi Dijaga Dengan Baik

    Ketika dia benar-benar mencintaimu dengan tulus, ia akan senantiasa menjaga komunikasi yang kalian jalin. Ia akan senantiasa ada di saat kamu bahagia maupun kamu sedih. Sesibuk apapun dia, dia bahkan tak pernah lupa untuk mencoba menanyakan kabarmu. Dia juga akan senantiasa memastikan bahwa kamu sedang baik-baik saja saat jauh darinya. Sadar atau tidak, dia ternyata juga memahamimu dengan baik. Ia juga senantiasa membuatmu nyaman. Sesekali ia bisa menjadi teman, menjadi orang tua, menjadi adik atau bahkan menjadi guru untukmu.
  • Kamu Senantiasa Dibuatnya Bahagia

    Dia yang benar-benar mencintaimu akan senantiasa membuatmu merasa bahagia. Dia yang benar-benar mencintaimu dengan tulus juga tak akan tega menyakitimu. Dia selalu punya cara agar kamu senantiasa tersenyum dan merasa aman bersamanya. Dia yang benar-benar mencintaimu akan memahamimu dengan baik dan berusaha melakukan sesuatu yang bisa membuatmu suka.
  • Kamu Dikenalkan ke Keluarganya

    Ketika ia telah menjadi seseorang yang senantiasa terbuka dan mau memperkenalkanmu dengan keluarganya, itu menunjukkan bahwa ia mencintaimu dengan tulus. Itu juga menunjukkan bahwa ia serius dalam menjalankan hubungan bersamamu. Tak hanya mengenalkanmu pada keluarganya, seseorang yang tulus mencintaimu dan serius denganmu juga akan memperkenalkanmu dengan teman-teman atau pun orang-orang di sekitarnya.
  • Dia Jujur, Terbuka dan Tidak Mengekangmu

    Dia yang benar-benar mencintaimu akan senantiasa menjadi pribadi yang jujur dan terbuka. Dia jujur dan terbuka mengenai dirinya maupun keluarganya. Dia juga tak akan mengekangmu untuk menjadi seseorang yang diinginkannya. Dia yang benar-benar mencintaimu akan menerimamu dengan tulus bagaimana pun kamu.
  • Dia Jadi Pendengar Sekaligus Penasehat yang Baik

    Seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus tak akan malas untuk mendengar semua keluh kesah atau pun curhatanmu padanya. Ia justru akan menjadi penasehat yang baik. Ia juga akan menjadi pendengar yang baik. Tapi ingat, meskipun si dia benar-benar mencintaimu dengan tulus, jangan sampai kamu terlalu sering berkeluh kesah padanya. Kamu yang mudah berkeluh kesah justru akan membuatnya merasa risih denganmu. Kalau sudah begitu, rasa cinta yang ada di hatinya untukmu perlahan luntur dan tak tersisa lagi.

Ladies, itulah beberapa tanda bahwa si dia benar-benar mencintaimu dengan tulus. Memang, perasaan cinta tak bisa dilihat secara kasat mata karena perasaan cinta benar-benar datang dari hati yang hanya bisa dirasa dengan hati pula. Tetap ikuti kata hati dan nuranimu serta selalu minta yang terbaik dariNya. Pada dasarnya, hanya Dialah yang Maha Membolak-Balikan Hati.

Terima kasih telah membaca:  Apakah Dia Mencintaimu Sepenuh Hati? Cek Tandanya Ini


Sumber: vemale.com
This entry was posted in

Sunday, December 11, 2016

Jawablah 5 Pertanyaan Ini Agar Bisa Menemukan Belahan Jiwa Kamu

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Zaman sekarang, kelihatannya orang mudah sekali untuk jatuh cinta. Setiap orang yang disuka selalu dikira sebagai jodoh atau belahan jiwa yang selama ini mereka cari-cari. Karena terlalu buru-buru, mereka jadi delusional atau malah meminta pasangan berubah menjadi sosok yang mereka inginkan.

Tidak sehat sekali, bukan? Inilah sebabnya kamu sering melihat pasangan putus-nyambung, temanmu berganti-ganti pasangan, dan orang-orang lebih memilih bertahan dalam hubungan buruk. Agar hal buruk itu tidak terjadi padamu, tahan dulu dirimu sejenak. Sebelum kamu buru-buru mencari belahan jiwa kamu, sebaiknya jawab dulu 5 pertanyaan ini agar kamu tidak salah langkah.

1. Hubungan Seperti Apa yang SIAP Kamu Jalani?

Mudah sekali membicarakan hubungan seperti apa yang kamu INGINKAN, bukan yang SIAP kamu jalani.

Apa yang kamu inginkan belum tentu sesuai dengan kesiapan dirimu saat ini. Jangan terburu-buru mencari pasangan untuk langsung menikah. Anggap saja masa-masa ini sebagai pembelajaran buatmu untuk mencari tahu apa yang kamu benar-benar inginkan dan melatih kedewasaan serta meningkatkan kualitas dirimu. Kalau untuk saat ini kamu merasa belum siap berhubungan jangka panjang dan masih ingin berkenalan dengan banyak orang, jangan memaksakan diri. Jangan ikut-ikutan orang lain.

2. Bisakah Kamu Berinisiatif Duluan dalam Hubungan?

Banyak orang lebih memilih menunggu pasangan berkualitas datang ke dalam kehidupan mereka ketimbang berinisiatif dan bergerak keluar mencarinya. Kalau kamu masih suka jaim, jual mahal, dan meminta si dia berinisiatif duluan, tandanya kamu belum siap memiliki pasangan. Kalau kamu memang ingin menjalani hubungan berkomitmen, jangan malu-malu atau enggan berinisiatif lebih dulu. Pasangan akan sangat menghargai usahamu dan akan berusaha mengimbangi usaha yang sudah kamu berikan untuknya.


3. Saat Kamu Melihat Calon Pasangan, Apa yang Kamu Perhatikan, Dirinya Apa Adanya atau Ekspektasi Kamu Tentangnya?

Pasti kamu pernah membayangkan kehidupan masa depan yang kamu inginkan bersama calon pasanganmu. Boleh saja bermimpi, tetapi jangan sampai kamu termakan mimpimu sendiri. Akibatnya, kamu jadi tidak bisa nyaman dalam hubungan dan menerima pasangan apa adanya dan menuntut dia untuk berubah sesuai ekspektasimu. Ingat, pasangan memilih kamu bukan karena dia ingin diubah olehmu. Kalau kamu belum bisa menghormati dan sayangi pasanganmu sebagaimana dirinya yang sebenarnya, lebih baik perpanjang dulu masa singlemu sampai benar-benar siap.


4. Apakah Kamu Memiliki Masalah Hidup yang Menurutmu Bisa Diselesaikan dengan Memiliki Pasangan?

Jika kamu menjawab ya, berarti kamu tidak layak menjalani hubungan.
Hubungan cinta tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah apapun dalam hidupmu. Pasangan hanya bisa mendukung kamu dalam hidup, bukannya menyokong hidupmu sepenuhnya. Janganlah mencari pasangan untuk mengobati insecurity, mengusir kesepian, dan menyingkirkan ketakutan pribadimu. Sebisa mungkin, janganlah mengandalkan pasangan untuk selalu menyelesaikan masalahmu. Kamu akan menciptakan hubungan yang codependen. Nantinya, hubungan codependen tersebut akan berubah jadi hubungan abusive dimana kamu mengekang pasangan hanya untuk kepuasan dirimu.

5. Apa Passion Hidup Kamu dan Apa Saja yang Kamu Lakukan Untuk Memuaskan Passion Kamu Tersebut?

Meski nantinya kamu dan si dia akan berpasangan, bukan berarti kalian memiliki tujuan hidup yang sama. Makanya, kamu harus mencari tahu passion hidup kamu dan apa yang kamu lakukan untuk memuaskannya. Apakah kamu seorang desainer yang suka mendesain pakaian? Atau seorang akuntan yang puas dengan pekerjaan kamu saat ini? Jika kamu masih belum menemukan passion kamu, pasangan akan jadi mudah bosan dan kamu juga akan jadi mudah bergantung padanya.

Begitu pula dengan pasanganmu, dia juga harus memiliki karir atau ambisi yang sedang dia perjuangkan. Sebuah hubungan tanpa ambisi pribadi akan terasa hambar karena kamu dan pasangan tidak akan bisa membanggakan satu sama lain dalam hal apapun.


 Sumber: kelascinta.com



This entry was posted in

Keluarga dan Teman-Teman Membenci Pasangan Kamu? Atasi dengan Menjawab 5 Pertanyaan Ini

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Hubungan asmara yang sukses membutuhkan kerja sama, kompromi, dan usaha yang seimbang dari kedua pihak. Kamu dan pasangan boleh saja memiliki hubungan yang harmonis, namun bagaimana jadinya jika orang tua tidak merestui atau teman-teman membenci pasanganmu?

Memang, hubungan hanya kamu dan pasangan yang menjalani. Teman-teman dan keluarga tidak sepantasnya ikut campur. Akan tetapi, ketidaksetujuan mereka lama-kelamaan membuatmu bimbang juga. Apa langkah terbaik yang harus kamu lakukan ketika orang-orang tersayangmu membenci pasangan? Dengan menjawab 5 pertanyaan ini, kamu bisa menemukan titik terang untuk masalah kamu.

1. Apakah Hubungan yang Kamu Jalani Sekarang Bisa Bertahan Hingga 3-5 Tahun yang Akan Datang?

Kalau logikamu menjawab tidak, sebaiknya akhiri saja hubunganmu sebelum kamu menjawab pertanyaan berikutnya. Meskipun kamu cinta mati dengan pasangan, jika kalian tidak mungkin bisa bersama di masa depan, alangkah baiknya jika kamu bisa menemukan orang lain yang bisa kamu ajak membangun masa depan bersama.

Tenang saja, si dia pasti tidak akan jadi satu-satunya orang terbaik yang kamu cintai. Kamu pasti akan menemukan pasangan yang tepat cepat atau lambat.

2. Apakah Hubungan Kamu Saat Ini Membuatmu Bahagia dan Hidupmu Tetap Berjalan dengan Baik?

Hubungan yang sehat seharusnya menambah kebahagiaan hidupmu, bukannya menjadi satu-satunya sumber kebahagiaanmu. Kalau kamu sampai mengabaikan pekerjaan, hobi, keluarga, dan pergaulan demi pasangan, berarti hubunganmu tidak sehat. 

Ketika kamu terlalu fokus dengan pasangan saja, akan sulit buatmu introspeksi diri dan melihat apakah hubunganmu benar-benar membuatmu bahagia atau hanya menyengsarakanmu.


3. Apakah Kamu Benar-Benar Mencintai Pasangan atau Dia Hanya Membuatmu Nyaman?

Terkadang, hubungan bisa bertahan lama bukan karena pasangan saling mencintai, tetapi karena mereka telanjur nyaman dengan satu sama lain sehingga mereka tidak sanggup putus.

Mungkin saat ini kamu bertahan karena kamu takut dengan status single. Semakin lama kamu bertahan dalam hubungan yang tidak tepat, makin susah juga meninggalkannya, lho. Segera ambil keputusan yang tepat buatmu sebelum kamu terlambat dan menyesal di kemudian hari.


4. Apakah Teman-Teman atau Keluargamu Memiliki Alasan Kuat Untuk Membenci Pasanganmu?

Sudah tidak mengejutkan lagi jika ada teman atau keluarga membenci pasangan karena alasan sepele, mengada-ada, dan tidak masuk akal. Kalau temanmu cemburu karena merasa kamu terlalu dekat dengan pasangan dan waktu berkumpul jadi berkurang, menyalahkan pasanganmu terasa jauh lebih mudah daripada mengekspresikan kekesalannya padamu.

Di sisi lain, perhatikan juga cara pasanganmu memperlakukan keluarga dan teman-temanmu. Jika menurutmu kamu terlalu sering membela pasanganmu atas sikap dan perlakukannya yang tidak baik, tandanya pikiranmu masih kurang objektif untuk menyadari pasanganmu memang bukan orang yang tepat untukmu.

5. Apakah Hubunganmu dengan Pasangan Layak Untuk Diperjuangkan Sampai Kamu Harus Kehilangan Teman atau Keluargamu?

 
Pastinya kamu tidak ingin menyesal karena sudah membuang waktu, energi, dan orang-orang tersayang demi orang yang tidak tepat buatmu, bukan? Cinta bisa membuatmu buta kalau kamu tidak bisa mengimbangi perasaanmu dengan logika. Jadi, coba bayangkan seperti apa rasanya hidup tanpa kehadiran pasanganmu saat ini. Setelah itu, coba bayangkan lagi seperti apa rasanya hidup tanpa kehadiran teman-teman dan keluargamu. Kedua skenario tersebut memang sangat menyedihkan untuk dibayangkan, namun kamu harus bisa menentukan kehidupan seperti apa yang layak kamu perjuangkan. Dan keputusan seperti itu haruslah kamu yang menentukan, bukannya pasangan, teman-teman, atau keluargamu.

Harus memilih di antara dua pilihan sangatlah berat. Namun, di saat seperti inilah kedewasaanmu dilatih. Tidak selamanya kamu bisa mengandalkan cinta dan perasaan untuk mengatasi masalah. Terkadang, kamu harus bisa mengandalkan logika dan pikiran rasionalmu. Tenang saja, jika pasanganmu saat ini bukanlah orang yang tepat, pasti akan hadir pasangan yang lebih baik untukmu. Dan ada kalanya juga kamu harus terpaksa kehilangan teman atau anggota keluarga yang kamu sayangi jika kamu ingin berkembang dengan pasanganmu. Pastikan kamu membuat pilihan yang tepat, ya.

Sumber: kelascinta.com

This entry was posted in

Saturday, December 10, 2016

7 Alasan Kamu Tidak Perlu Galau Dalam Mencari Cinta

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Ladies, kamu tidak perlu menyakiti diri sendiri terlebih dulu demi mencari cinta. Dari setiap rintangan dan kegagalan yang kamu alami adalah pengantarmu menuju cintamu yang terbaik di masa depan.
Cinta tidak pernah bisa dipaksakan. Cinta tidak akan bisa dipalsukan dengan insecurity dan obsesi. Untuk mencari pasangan yang terbaik buatmu, jadikan dirimu yang terbaik untuk dirimu sendiri. Tentunya, untuk bisa merasakan yang terbaik, kamu harus menyayangi dirimu sendiri. 

1. Ingin Menjadi yang Terbaik? Kelilingi Dirimu Dengan Orang-Orang Terbaik, Tentunya

Kamu perlu mengelilingi hidupmu dengan banyak orang supaya kamu tidak merasa cupu, sedih, dan panik. 

2. Tidak Usah Pusing Memikirkan Apakah Si Dia Akan Menyukaimu Atau Tidak

'Kamu tidak perlu menciptakan obrolan khusus agar kesannya lebih pribadi dan nyambung' .
Jika kamu sudah menjadi yang terbaik, dia akan menyukaimu. Kalau dia tidak menyukaimu, berarti dia bukan yang terbaik untukmu.

3. Selalu Usahakan Dirimu Untuk Menemui Orang Baru Setiap Harinya

4. Rendah Diri Sungguh Berbeda Dengan Rendah Hati

Sifat rendah diri itulah yang membuat pribadi seseorang menjadi sulit berkembang dalam karir bahkan sulit pula mendapatkan kekasih.

5. Awas! Jangan Kelamaan Berkutat di Media Sosialmu!

Kesibukan online semakin lama semakin menajamkan rasa kesendirian dan menurunkan rasa PD.
Apa yang mereka perlihatkan di dunia maya belum tentu sama dengan apa yang mereka alami di dunia nyata, lho.

6. Selalu Beranikan Dirimu Memulai Sesuatu Paling Tidak Satu Kali Seumur Hidup

Kemampuan memulai adalah salah satu kunci kesuksesan.
Terkadang, kegagalan didapat dari ketakutanmu untuk mencoba hingga kesempatanmu hilang.

7. Mungkin Kamu Kesepian Karena Kamu Menyia-nyiakan Orang-Orang yang Berada di Sekitarmu

Karena langkah pertama untuk membebaskan dirimu dari julukan single kesepian adalah berusaha connect dengan orang-orang yang pernah ada itu.

Kalau memang menurutmu kamu kesepian karena tidak ada orang-orang berkualitas di sekitarmu, kenapa kamu tidak keluar dari lingkunganmu yang membosankan dan mencari orang-orang berkualitas tersebut?


Sumber: kelascinta.com 
 

 




This entry was posted in

Jangan Bawa Pasangan ke Pelaminan Kalau Kamu Punya 9 Masalah Ini Saat Masih Pacaran!

http://harian-gadis.blogspot.com

Harian Gadis - Zaman sekarang, banyak sekali pasangan yang langsung memantapkan diri untuk menikah padahal mereka baru beberapa bulan bertemu. Tidak ada yang salah dengan itu, asalkan pasangan pilihanmu benar-benar sesuai dengan kriteriamu. Namun, masih ada pula orang seperti kamu yang mungkin belum tahu pasangan seperti apa yang cocok menjadi partner hidupmu seumur hidup. Makanya, ketika kamu melihat temanmu yang dalam sekejap yakin pasangannya adalah orang yang tepat, kamu jadi meragukan dia. Apakah temanmu terlalu buru-buru memutuskan atau dia benar-benar sudah tahu?

Tentunya, setiap orang memiliki alasan berbeda-beda saat dia memilih pasangan hidupnya. Apapun alasan tersebut, jangan sampai disebabkan oleh insecurity dan ketidaksabaran untuk mencicipi kehidupan rumah tangga. Agar kamu lebih mudah memilih dengan cepat dan tepat, berikut ini adalah 9 tanda pasangan yang tidak layak bersanding denganmu di pelaminan, secinta apapun kamu pada pasangan.

1. Kalau Kamu Membayangkan Masa Depanmu Bersama Pasangan, Kamu Berharap Dia Bisa Berubah

Kalau kamu masih berharap dia akan berubah atau menghilangkan sifatnya yang tidak kamu sukai setelah kalian menikah nanti, dijamin 100% kamu akan kecewa. Pernikahan bukanlah tongkat sihir yang bisa menghilangkan segala masalah yang kalian hadapi saat masih pacaran. Jadi, jangan harap pasangan akan berubah dewasa kalau dia masih kekanakan saat pacaran. Jangan harap si dia akan bisa lebih memahami kamu setelah menikah, dan lain sebagainya.


2. Kalau Pasangan Bersikap Kasar dan Tidak Menghormati Kamu

Jika ada saat-saat di mana pasangan mengataimu terlalu sensitif atau bersikap masa bodoh saat kamu sedang bersedih, dia bukan pasangan yang tepat untukmu. Jika dia bersikap kasar padamu, teman-temanmu, bahkan pada orang asing seperti pelayan di restoran, segera putuskan dan tinggalkan dia saja daripada mengajak dia ke pelaminan.


3. Kalau Kamu Merasa Kesepian Karena Semua Temanmu Sudah Menikah

Baiklah, teman-temanmu sudah menikah dan mulai memiliki anak. Ditambah lagi, mereka sering menghujanimu dengan pertanyaan, “Kapan nyusul?” atau “Mana calonnya?”, kamu bisa lebih rentan merasa kesepian dan tertinggal. Meski begitu, pernikahan tidak akan bisa mengobati rasa kesepianmu tersebut. Justru kamu akan jauh lebih kesepian apabila kamu menikah dengan alasan 


4. Kalau Kamu Tidak Bisa Jadi Dirimu yang Terbaik Bersama Pasangan

Pasangan yang terbaik buatmu seharusnya mendorongmu untuk berkembang menjadi dirimu yang terbaik. Namun, kalau kamu lebih sering menangis, berubah dengan terpaksa, dan memaksakan kebahagiaanmu demi pasangan, buat apa diteruskan? Nantinya, kamu yang akan tersiksa seumur hidup karena pasangan tidak menyukai diri kamu yang sesungguhnya.


5. Kalau Teman dan Keluarga Tidak Menyukai Pasangan

 Wajar saja kalau ada teman atau keluarga yang tidak menyukai pasanganmu, tetapi kamu juga harus pandai menguak alasan mereka. Jika pasangan bersikap tidak sopan pada orang-orang tersayangmu, sudah sepantasnya kamu mempertimbangkan lagi keputusanmu untuk meneruskan proses pernikahan kalian atau tidak.

6. Kalau Kamu Merasa Tidak Layak Menjadi Pendamping Hidup Pasangan

Sekali lagi, pasangan terbaik akan mendorongmu menjadi dirimu yang terbaik. Apabila kamu merasa tidak akan pernah bisa jadi cukup pintar, cukup kaya, cukup cantik untuk pasangan, rumah tanggamu akan dipenuhi dendam dan kebencian. Nantinya, kamu akan berharap bisa bersama orang lain yang bisa menerima kamu seutuhnya.


7. Kalau Kamu dan Pasangan Sulit Mempercayai Satu Sama Lain

Kalau kamu dan pasangan masih rajin mengecek ponsel, akun media sosial, main kode-kodean, dan sering curigaan pada satu sama lain, lebih baik selesaikan dulu trust issues kalian sebelum menikah. Mungkin kamu punya masalah kecemburuan dari masa lalu yang harus dipecahkan? Lebih baik kamu berkonsultasi pada terapis atau relationship coach agar lebih mudah menyelesaikannya.


8. Kalau Pasangan Masih Tidak Mau Menikahimu

Kalian sudah saling mencintai, tetapi karena alasan tertentu, si dia tidak mau menikahimu. Hal ini dapat dimaklumi karena pernikahan bukanlah hal sepele dan merupakan perkara seumur hidup. Namun, kalau kamu telah menunggu bertahun-tahun sampai pasangan berubah pikiran dan masih tidak ada perubahan juga, kamu hanya membuang waktu dengan satu orang saja.


9. Kalau Kamu Memiliki Firasat Pasangan Bukanlah Orang yang Tepat Untukmu

Mengandalkan firasat memang tidak selalu efektif. Akan tetapi, jika saat ini kamu cukup sering berpikiran, “Kalau dia bukan orang yang cocok, nggak masalah. Gue masih bisa cerai sama dia,” atau “Walau gue belum cinta dia sekarang, gue akan paksa diri gue buat sayang sama dia,” atau sejenisnya, berarti dia memang bukan orang yang tepat untukmu.


Sumber: kelascinta.com
 

This entry was posted in

Friday, December 9, 2016

Ladies, Bukannya Dia Tidak Peduli Padamu. Ini Alasan Sebenarnya Pasanganmu Terasa Dingin Bagai Tembok di Depanmu

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Ladies, sekarang terjawab sudah mengapa pasanganmu sulit memahami kode-kodeanmu, sulit berterusterang di depanmu, dan mengapa kelihatannya tidak peduli terhadap perasaanmu. Jawabannya: karena cara pria menghadapi emosinya dengan cara yang berbeda.

Kelihatannya, wanita lebih emosional dan lebih gampang meledak-ledak dibanding pria yang terkesan rasional dan cenderung menutupi perasaannya. Tidak juga, lho. Pria juga bisa sama emosionalnya dengan wanita dan wanita juga bisa sama rasionalnya dengan pria. Akan tetapi, pria memproses emosi mereka dengan cara yang berbeda dengan wanita dari cara proses otak, hormon, dan kebutuhan emosi.

Oleh karena itu, jangan salahkan pasanganmu kalau dia tidak memahami kode-kodeanmu, Ladies. Inilah yang cara pasanganmu menghadapi emosinya sebagai seorang pria dan apa saja kebutuhan emosional yang perlu kamu berikan kepadanya sebagai pasangannya.


1. Dia Memiliki Sense of Pride. Semua Pria Ingin Menjadi yang Terbaik Untuk Wanita yang Dia Cintai

Akan tetapi, pada masa kini, wanita bisa berpenghasilan sama tingginya dengan pria, bisa melindungi diri sendiri, serta bisa mengatasi hampir segala kesulitan apapun tanpa bantuan pria. Kamu tetap harus menjadi wanita mandiri, Ladies. Namun, jangan sampai kamu menyelesaikan semua masalah sendirian tanpa membiarkan si dia membantumu. Pasanganmu akan merasa tidak berguna untukmu. Buatlah dirinya merasa dihargai sebagai pasanganmu dengan membagi tanggung jawab bersama yang adil dan saling tolong-menolong dalam hubungan.


2. Dia Sangat Ingin Merasa Dibutuhkan Olehmu. Dia Ingin Menjadi Pahlawan di Matamu Sebagai Orang Tercintanya

Meski dia tidak pernah mengungkapkannya, dia ingin sekali dibutuhkan olehmu sebagai pasangannya. Dia ingin apa yang dia lakukan untukmu bisa membahagiakanmu. Dia akan bangga saat melihat usahanya berhasil. Sebagai pasangannya, bagaimana cara kamu untuk membantunya?
Hargailah semua usaha yang dilakukan pasangan untukmu, sekecil dan sebesar apapun itu. Berterimakasihlah padanya atas apa yang dia lakukan. Rasa penghargaan dapat membuat si dia lebih terdorong untuk membantumu lebih sering lagi. Kalau dia lebih sering membantumu, kamu juga yang senang, bukan

3. Dia Ingin Bisa Diandalkan Olehmu. Baginya, Dia Bukan Gentleman Kalau Tidak Bisa Membahagiakanmu

Pasanganmu ingin merasa dia bisa melakukan apa saja untukmu. Kamu dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dengan mengetahui hal ini. Katakan padanya kamu tahu segala hal yang dia lakukan untukmu adalah demi membahagiakanmu. Walaupun usahanya gagal atau dia melakukan kesalahan, jangan terlalu pedas mengkritiknya. Kritikan yang terlalu pedas dapat membuatnya berpikir kamu tidak terlalu percaya dia bisa melakukan tugasnya untukmu. Semua orang tidak sempurna, wajar saja jika pasanganmu melakukan kesalahan. Pria memang ingin membahagiakanmu, tetapi janganlah kamu memanfaatkan hasratnya tersebut untuk menuntutnya melakukan apapun yang kamu mau.


4. Dia Juga Butuh Waktu Sendiri. Sama Seperti Kamu yang Ingin Dipahami, Dia Juga Ingin Kamu Memahami Waktu Sendirinya Ini

Me time untuk pria bisa dilakukan dengan banyak hal. Dia melakukannya dengan membaca koran, nonton pertandingan bola, bermain games, atau berkumpul dengan teman-temannya. Biarkanlah dia menghabiskan waktu sendirinya. Waktu sendiri adalah waktu buatnya mengurangi stres.
Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba dia menghilang seharian tanpa memberi kamu kabar, ya. Jangan sekali-kali kamu ngambek atau bahkan melarangnya melakukan apa yang dia suka. Bersikaplah pengertian padanya. Dengan begitu, dia akan makin sayang, pengertian, dan pengertian juga padamu.


5. Sebagai Pria, Dia Punya Siklus Emosinya Sendiri. Kalau Pasanganmu Tiba-Tiba Menghilang, Bukannya Dia Tidak Peduli Padamu, Dia Hanya Butuh Waktu Untuk Memproses Perasaannya

Inilah poin terpenting yang harus kamu pahami sebagai wanita. Inilah sebab pria bersikap tertutup di depanmu. Pria akan menyendiri dan menutup diri selama yang dia butuhkan untuk menghadapi emosinya sendiri. Makanya saat kamu meminta dia menceritakan masalahnya, dia justru bersikap cuek seolah tidak terjadi apa-apa di depanmu. Namun, anehnya, justru sikap cueknya inilah yang mendorongnya untuk kembali lagi padamu cepat atau lambat.

Sayangnya, berkebalikan dengan pria, wanita ingin disayangi, dihargai dan dipahami saat dia merasa emosional. Makanya kebanyakan wanita merasa diabaikan ketika pria mengalami siklus ini.

Oleh karena itu, jika pria bersikap cuek saat dia sedang emosional, hadapi dia dengan tenang dan mintalah dia untuk bercerita kapan pun dia mau. Biarkan dia berkumpul dengan temannya, karena pria lebih mudah mengeluarkan uneg-unegnya pada temannya dibanding pasangannya. Kalau dia meminta waktu sendiri, berikan saja. Kamu tidak perlu takut dia tidak mencintaimu lagi.

Ladies, jika dia pria yang dewasa, dia akan bersedia kompromi denganmu dalam mengatur emosinya dan bersedia bercerita padamu di waktu yang tepat. Sebagai pasangan, dia tetap harus menceritakan apa yang dia rasakan padamu juga. Karena jika tidak, maka akan terjadi kesalahpahaman yang dapat berakibat komunikasi yang tidak efektif.


Sumber: kelascinta.com


This entry was posted in

Masih Suka Baper Sama Hubungan Masa Lalu Kamu? Buruan Move On dengan 10 Cara Ini!

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Sudah lama putus, tetapi masih teringat mantan terus. Hubungan sudah lama berakhir, tetapi kenangannya masih bikin dada sesak dan kamu gampang baper. Yap, itu tanda-tanda kamu masih susah buat move on, Ladies.

Susah move on bukanlah sesuatu yang bisa ditertawakan. Kalau mantan kamu memang baik dan kamu terpaksa putus dengannya, pasti mengecewakan sekali. Namun, kamu tetap harus belajar dan kembali bangkit dari kegagalan. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik, kok.

Kesulitan move on bisa disebabkan oleh beberapa hal yang hanya diketahui oleh kamu seorang. Saking sulitnya, kamu sampai tidak bisa kembali kencan dan berhubungan dengan orang baru karena bayang-bayang mantan masih menghantui dari sikap, kekurangan, atau minat gebetan baru kamu yang mirip sekali dengan mantan. Nah, biar kamu tidak baper karena dihantui oleh bayangan mantan lagi, berikut ini 10 cara efektif untuk perlahan bangkit dan move on, Ladies.


1. Daripada Menangis Terus Karena Tidak Bisa Mengubah Masa Lalu, Lebih Baik Mengambil Hikmah Darinya

Easier said than done, Ladies. Tetapi, daripada meratapi diri karena masa lalu, lebih baik kamu belajar darinya. Bersikaplah introspektif dengan mengambil beberapa sisi negatif yang membuatmu bersyukur kamu bisa putus dengan mantan. Mungkin dulu mantanmu posesif, cemburuan, atau bawel? Sekarang kamu tidak perlu repot-repot menghadapi sifatnya itu lagi. Setelah kamu mengetahui apa yang kamu tidak suka dari mantan, pasti proses move on kamu terasa lebih mudah.

2. Daripada Berpikir Keras Kesalahan Apa yang Kamu Lakukan yang Bikin Kalian Putus, Lebih Baik Ikhlaskan Saja Semuanya

Biasanya, orang yang susah move on, cenderung berpikir, “Aku salah apa sih sampai dia mutusin aku?” atau “Kok dia mutusin aku begitu saja, sih?” dan masih banyak lagi. Sekarang, lupakan semua pikiran tidak berguna itu. Kamu tidak akan bisa mengubah masa lalu yang sudah terjadi. Meskipun menurut kamu putusnya hubungan kalian karena kesalahanmu, kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa untuk mengubahnya, bukan? Just let it go. Lebih baik isi pikiran kamu dengan hal-hal yang lebih berguna dan lebih seru yang ada di hadapan kamu saat ini.

3. Sadari Bahwa Tidak Ada yang Abadi, Termasuk Hubunganmu Dengan Mantan. Terkadang, Seseorang Hadir Hanya Untuk Memberimu Pelajaran Agar Kamu Bisa Berkembang

Mungkin kamu sulit move on karena kamu tidak pernah ingin hubungan kalian berakhir. Sekarang kamu sudah sadar bahwa tidak ada yang abadi—termasuk hubungan kamu dengan mantan. Mungkin si dia hanya hadir dalam hidupmu untuk menjadi pelajaran berharga bagimu. Dan ketika kamu sudah dianggap selesai belajar, cepat atau lambat kamu akan disiapkan untuk mendapatkan hal yang lebih baik daripada mantan kamu.

4. Biarkan Dirimu Bersedih. Menangislah Atau Marahlah Sepuasnya, Jangan Ditahan-Tahan Lagi Sampai Kamu Puas

Kamu sulit move on karena kamu belum membiarkan dirimu merasakan semua kekesalan, kesedihan, dan sakit hati yang kamu rasakan. Bersikaplah emosional. Menangislah seharian, marahlah sepuasnya, keluarkan semua uneg-uneg kamu sampai kamu lega. Your emotions are there because they’re meant to be felt and dealt with, Ladies.

5. Tingkatkan Lagi Self-Esteem Kamu Pasca Putus. Bangkitkan Lagi Kepercayaan Dirimu dan Buatlah Dirimu Bersinar Kembali

Pasca putus, kamu pasti merasa insecure, kurang percaya diri, dan sulit untuk bangkit. Nah, saatnya untuk kembali membangun self-esteem kamu. Percayalah hanya karena hubunganmu gagal, bukan berarti kamu wanita gagal. Manjakan diri dengan ke salon atau belanja, berkumpul dengan teman-teman, pokoknya lakukan apapun yang membuatmu merasa kembali cantik, seksi, dan menarik lagi.

6. Haram Hukumnya Buat Menghubungi Mantan Sebelum Kamu Benar-Benar Move On Sepenuhnya

Hapus kontak mantan dari ponsel kamu. Delete, remove, blok mantan di media sosial agar hidup kamu tenang. Jangan sok-sok peduli atau menjaga silaturahmi dengan menanyakan kabar mantan kalau kamu masih baper dan tidak rela saat tahu dia dekat dengan orang lain. Setelah kontak mantan kamu hapus, pasti pikiran kamu tentang dia berkurang jauh. Lebih baik jaga jarak aman sebelum kamu siap bersilaturahmi lagi dengan mantan.

7. Mantan Sudah Move On dan Punya Pacar Baru? Mulailah Belajar Menerima Kenyataan Agar Usaha Move On Kamu Terasa Lebih Mudah

Memang, itu menyakitkan dan susah untuk dilalui, tetapi bukan berarti kamu tidak berdaya. Terima saja kenyataan bahwa mantan memang sudah menjadi bagian dari masa lalu kamu. Apapun yang terjadi tidak akan membawa pengaruh apapun padamu dan masa depanmu kecuali kalau kamu membiarkannya. Belajar menerima adalah kunci kebahagiaan dan kebebasan diri.

8. Lupakan Segala Ekspektasi Kamu Tentang Mantan yang Bikin Kamu Sulit Memulai Hubungan Baru

Susah move on juga bisa disebabkan karena kamu membuat ekspektasi bahwa mantanmu adalah pasangan yang paling sempurna dan kamu tidak akan bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik daripada dia. Bagaimana kamu bisa move on kalau


9. Ingat-Ingat, Semua Orang Berbeda. Jangan Membanding-bandingkan Gebetan Baru dengan Mantan Kamu yang Dulu

Percuma saja kamu kencan sana-sini dengan gebetan baru kalau kamu masih membandingkan mereka dengan mantanmu. Ingat-ingat, mereka adalah orang yang jauh berbeda dengan mantan. Hanya karena gebetan dan mantan punya selera musik/kuliner/film yang sama tidak berarti itu pertanda kamu harus balikan lagi sama mantan.

10. Bangun Citra Positif Untuk Diri Kamu Sendiri dan Masa Depan Kamu yang Lebih Baik

Siapa lagi yang bisa membangun pikiran dan masa depan positif selain kamu sendiri? Sekarang kamu berjuang untuk menjadi lebih baik, makanya kamu harus bisa bersikap positif terhadap dirimu sendiri. Hargai dirimu sendiri karena mencoba untuk move on, dan optimis kamu akan segera merasa lebih baik sesegera mungkin. Lakukan hal-hal positif yang membuatmu kembali bahagia dan utuh ya, Ladies!

Sumber: kelascinta.com



This entry was posted in

Thursday, December 8, 2016

Tanpa Pria, Ini Caranya Wanita Mandiri Menyelesaikan Masalahnya. Jomblo Wajib Baca!

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Ladies, apabila saat ini kamu sedang berusaha mencari pasangan, apa tujuanmu mendapatkan pasangan idamanmu? Apakah kamu ingin mencari partner untuk saling berbagi semuanya dengan seimbang, atau karena kamu memiliki tujuan yang egois?
Banyak wanita mencari pasangan untuk menyelesaikan masalah pribadinya atau demi menutupi insecuritynya semata. Sehingga dia mudah posesif, banyak menuntut, dan bergantung sepenuhnya pada pasangan, baik secara emosional atau material.
Namun, lain halnya dengan wanita mandiri. Wanita mandiri sadar dia tidak bisa melakukan segalanya sendiri dan mau mengandalkan pasangan untuk dukungan dan bantuan. Di sisi lain, dia juga tahu bahwa dia tidak akan pernah mencari pasangan untuk alasan-alasan manja dan menye-menye seperti ini.

  

1. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria yang Memuji Dirinya Setiap Hari

 Wanita mandiri tahu dia cantik dan berkualitas. Dia tidak butuh approval secara konstan dari pasangannya agar dia merasa cantik. Dia belajar mencintai dirinya sendiri, menerima kekurangan dan kelebihan dirinya. Inilah kekuatan wanita mandiri, dirinya begitu stabil sehingga pria mana pun tidak pernah merasa kewalahan dan kesal menghadapi dirinya.

2. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Memanjakan Dirinya Setiap Kali Dia Mengalami Masalah Sulit

Dimanjakan pasangan memang romantis dan menyenangkan. Namun, kamu juga bukan anak kecil yang harus dimanja dan dielu-elukan setiap kali menghadapi masalah sulit. Wanita mandiri sadar dia harus bisa bangkit dengan kedua kakinya sendiri, apalagi ketika dia sedang tidak punya siapa-siapa untuk jadi tempat sandarannya. Justru pria berkualitas sangat benci pada wanita yang kerjanya hanya menangis, mengeluh, dan berpangku tangan setiap kali ditimpa masalah.


3. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Memenuhi Kebutuhan Finansialnya

Meski seorang wanita yang sudah menikah wajib dinafkahi suaminya, wanita yang mandiri tidak mau menggantungkan finansialnya sepenuhnya pada suami. Dia akan berusaha mencari penghasilannya dengan tangannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya atau membantu suaminya. Saat dia masih single pun, dialah yang memenuhi kebutuhan hidup dan membayar tagihan dengan uangnya sendiri tanpa mengemis pria mana pun.


4. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Menyelesaikan Masalah Hidupnya

 Dalam kehidupan sehari-hari, wanita independen selalu lihai dalam menyelesaikan masalahnya. Ingin makan? Dia belajar memasak atau memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan. Peralatan elektroniknya rusak? Dia bisa membawanya ke jasa servis atau mencari cara untuk memperbaikinya sendiri. Wanita mandiri tidak pernah kehabisan akal untuk mencari solusi masalahnya tanpa bergantung sepenuhnya pada pria.


5. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Mengantarnya Kemana Pun Dia Mau

 Jangan manja! Jangan harap akan selalu ada pria yang selalu mengantarmu kemana pun kamu mau. Belajarlah menyetir untuk bisa mendapatkan SIM dan membawa kendaraan sendiri. Kalau pun kamu tidak suka membawa kendaraan sendiri, miliki uang yang cukup untuk transportasi online yang sesuai dengan kenyamanan dan keamanan kamu.


6. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Menemaninya Kemana Saja

Semestinya kamu tidak perlu takut atau manja karena harus pergi menemui teman, ke acara sosial, atau travelling sendiri tanpa menggandeng pria. Percayalah pada dirimu sendiri kalau kamu bisa berdiri sendiri dan menikmati hidup tanpa bergantung pada siapa pun. Memang, pada akhirnya, kamu akan membutuhkan pasangan untuk mendampingi kamu, tetapi kamu tidak akan mati kalau harus melakukan segalanya sendiri, bukan?


7. Wanita Mandiri Tidak Butuh Pria Untuk Merasa Utuh dan Bahagia

Banyak wanita yang salah mengira bahwa dirinya akan benar-benar utuh dan bahagia jika dia sudah memiliki pasangan. Memiliki pasangan memang membahagiakan, tetapi jangan sampai pasangan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaanmu. Wanita yang mandiri tidak pernah lumpuh ketika pasangannya tidak bisa hadir untuk mendampinginya. Saat single pun, dia tetap memiliki kehidupan yang membahagiakan meski dia belum memiliki pasangan.




Sumber: kelascinta.com

This entry was posted in

Hubungan Bisa Langgeng Bukan Karena Cinta, Tapi Karena 11 Hal Ini



Cinta ibarat bunga yang harus kamu rawat secara rutin agar dia tetap mekar dan tumbuh. Seperti itulah yang harus kamu lakukan bersama pasanganmu. Cinta tidak datang begitu saja. Bahkan, pasangan yang mencintai satu sama lain bisa putus atau bercerai karena mereka enggan berusaha.

Kalau kamu mencintai dengan sehat, pasti kamu sadar bahwa cinta membutuhkan usaha, kerja sama, dan kontribusi yang seimbang darimu dan pasangan. Sama seperti bunga yang tidak bisa kamu paksa memekarkan dirinya, kamu tidak bisa semena-mena menuntut pasangan melakukan apa yang kamu mau atas nama cinta. Hubunganmu pasti akan layu dan mati karenanya.

Maka dari itu, inilah 11 poin penting yang wajib kamu dan pasangan lakukan sebagai kontribusi terhadap satu sama lain agar hubungan kalian selalu dipenuhi oleh cinta.

1. Kepercayaan

 Kepercayaan adalah elemen yang sangat krusial dalam hubungan. Secinta apapun kamu pada pasangan, kalau kamu tidak bisa mempercayai dia, kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang bersamanya. Kepercayaan tidak dapat diraih dengan instan, kamu dan pasangan harus terus memperjuangkannya selama hubungan kalian berjalan.

2. Rasa Saling Menghormati

Hormati pasangan seutuhnya. Artinya, kamu menghormati pilihan hidupnya, karakter dan kepribadiannya, dan segala hal tentang dirinya. Kamu tidak boleh menghina pasangan karena sifat, pilihan hidup, atau tindakannya yang tidak sesuai dengan ekspektasimu. Tanpa respek, hubungan yang awalnya penuh cinta akan berubah jadi hubungan abusive.

3. Kenyamanan

Kamu bisa mencintai seseorang, tetapi kamu bisa merasa tidak nyaman bersamanya. Tanpa kenyamanan, kamu tidak akan bisa membuka diri secara sepenuhnya di depan pasangan, kamu akan selalu khawatir pasangan tidak akan menerima dirimu. Cinta tidak akan menyelamatkanmu dari hubungan abusive yang membuatmu tidak nyaman. Jadi, pilihlah pasangan yang bisa menerima dirimu seutuhnya tanpa ekspektasi dan keinginan untuk mengubahmu.

4. Kebahagiaan

Semua orang ingin kebahagiaan dalam hubungannya. Tetapi, dalam hidup, kamu dan pasangan tidak akan selalu menemukan kebahagiaan. Ada kalanya kalian akan melalui masa-masa sulit yang menguji ketahanan hubungan. Nikmatilah hal-hal kecil bersama, selalu temukan alasan untuk berbahagia bersama pasangan. Secara rutin, katakan pada pasangan mengapa kamu

5. Rasa Saling Menyukai Satu Sama Lain

Ada lho, orang yang tidak suka pasangannya tetapi mereka mencintai pasangannya tersebut. Ibarat anggota keluarga yang kamu tidak suka, tetapi kamu tetap menyayangi mereka karena dia keluargamu. Kamu tidak perlu bertahan dengan orang yang tidak kamu sukai. Kamu tidak perlu memiliki pasangan yang tidak bisa memahamimu, membuatmu tertawa, dan tidak bisa bersenang-senang bersamamu.

6. Dirimu Sendiri

Walau kamu sudah punya pasangan, kamu tetap tidak boleh melupakan diri sendiri. Luangkan waktu buat me time, berkumpul dengan teman, menikmati hobi, mengejar impianmu, dan lain-lain. Kamu tidak bisa mencintai pasangan dengan baik kalau kamu tidak bisa mencintai diri sendiri.

7. Kemandirian

 Kamu tetap harus mandiri dan bebas. Bebas untuk berekspresi, jadi diri sendiri, berpetualang, berpendapat. Meski kamu harus melibatkan pasangan saat membuat keputusan dalam hidupmu, keputusan itu tetaplah harus darimu seorang. Coba bayangkan kalau kamu harus minta izin akan apapun pada pasangan? Hidupmu pasti sengsara.

8. Kerja Sama

Kamu adalah partner hidup pasangan. Bukan pengasuh, tukang masak, pencari nafkah, atau orang tua pasangan. Agar kerja sama hubungan tetap seimbang, kamu harus bisa jadi orang yang bahagia seutuhnya. Tanpa keseimbangan, hubunganmu akan hancur cepat atau lambat.

9. Seks

 Ya, dalam seks pun, kamu dan pasangan tetap wajib menghormati dan menghargai satu sama lain. Bicarakan hubungan seks seperti apa yang kalian inginkan. Apakah kalian bisa melakukannya sebelum atau sesudah menikah? Alat kontrasepsi apa yang kalian butuhkan agar tetap aman? Apa yang membuat kamu dan pasangan tidak nyaman saat berhubungan intim? Cari tahu apa saja yang membuat pasangan bahagia saat kalian berhubungan seks. Tetap hormati batasan diri pasangan, jangan meminta seks secara paksa kalau pasangan tidak menginginkannya.

10. Komunikasi

Tidak usah diragukan lagi, komunikasi adalah penggerak utama hubungan. Cinta tidak bisa terbentuk tanpa komunikasi. Kamu dan pasangan butuh komunikasi untuk mengekspresikan rasa cinta, mengatasi masalah, mengungkapkan apa yang kamu inginkan, dan menentukan batasan hubungan. Jangan berpasangan dengan orang kekanakan yang tidak bisa diajak berkomunikasi dengan sehat, ya.

11. Waktu yang Tepat

 Kamu mungkin mencintai si dia, tetapi kamu belum tentu ingin menjadi pasangannya. Mungkin karena kamu belum mapan, masih kekanakan, atau memang belum siap berkomitmen. Kalian tetap harus membutuhkan waktu yang tepat untuk bersama. Kalau si dia belum siap jadi pasanganmu, hormati keinginannya. Kamu tidak bisa memaksakan seseorang untuk jadi pasanganmu meski dia mencintaimu. Mungkin baginya, waktunya memang belum tepat.



Sumber: kelascinta.com
 
 
 

 

 
 
 
 

 


This entry was posted in

Untuk Kamu, Dari Wanita yang Membencimu

Harian Gadis - Dear, Kamu yang Aku Benci Dari Kejauhan…
Selama ini aku mengamatimu dari jauh. Melihatmu yang sehari-harinya berpenampilan menarik seakan-akan kamu selalu sempurna. Selalu ada saja pria yang terkesan akan dirimu, seolah-olah kamu magnet bagi mereka. Meski aku tidak sanggup mengakuinya di depanmu, sebenarnya aku benci, aku dengki!
Makanya, karena aku tidak sanggup mengaku, aku pun sengaja berusaha menjatuhkanmu. Maafkan aku, demi kenyamananku sendiri, aku jadi benci padamu dan tega melakukan ini semua agar kamu terjatuh:

 1. Aku Menyebutmu Gampangan, Agresif, dan Bitchy Dengan Semua Pria Untuk Menjatuhkanmu di Bawah Levelku

 Aku tahu diriku mungkin sama cantik dan menariknya sepertimu, tetapi aku tidak rela melihatmu lebih baik daripada aku. Terutama ketika kamu bisa dengan mudahnya mendekati banyak pria tanpa harus bersusahpayah, berbeda denganku yang masih kaku dan terlalu memikirkan gengsiku sendiri di depan pria. Aku tidak rela kamu menjadi sainganku, makanya aku menjatuhkanmu di depan teman-teman kita dan mencemoohmu.

2. Aku Mengejek Gaya Berpakaianmu Karena Aku Insecure Dengan Penampilanku Sendiri

 Sering kali aku mengatai gaya berpakaianmu yang terlalu seksi dan murahan karena aku tidak percaya diri dengan penampilanku sendiri. Aku benci melihatmu bisa berpakaian dengan gaya apapun tanpa ada kekurangan. Aku juga benci melihatmu yang sok suci karena gaya berpakaianmu yang tertutup atau tidak sesuai agama. Maupun kamu yang menurutku terlalu tomboi seperti pria karena aku tidak nyaman mengekspresikan diri sendiri di depan orang lain. Insecurityku yang sangat besar memaksaku untuk menghancurkan kepercayaan diri dan kebebasan berekspresimu. Aku terlalu sibuk melakukannya sampai aku tidak sadar bahwa akulah yang sebenarnya harus memperbaiki diri.


3. Ketika Kamu Merias Wajahmu, Aku Menuduhmu Memakai Topeng dan Kepalsuan Karena Aku Tidak Bisa Mencintai Diriku Sendiri



 Ketika kamu memulas wajahmu dengan make up, aku menjelekkanmu dengan menuduhmu memakai topeng dan tidak bisa jadi diri sendiri apa adanya sepertiku. Padahal sebenarnya aku bersikap seperti itu padamu karena aku tidak sadar bahwa aku tidak menghargai diriku sendiri. Aku mempermalukan riasan wajahmu karena aku malu dengan diriku sendiri yang tidak ada apa-apanya dibanding dirimu. Rasanya, kamu selalu lebih cantik daripada aku, dan aku tidak rela.




4. Aku Benci Dengan Ucapanmu yang Selalu Blak-blakan Karena Aku Sendiri Tidak Bisa Berterusterang di Depan Orang Lain


 Ketika kamu dengan nyamannya mengungkapkan pikiran dan opinimu di depan siapa saja, aku merasa seperti diserang olehmu. Aku menyuruhmu untuk diam karena tidak ada lelaki mana pun yang suka dengan wanita yang terlalu blak-blakan. Padahal aku iri melihat kecerdasanmu dalam berbicara. Aku minder karena aku tidak sanggup mengutarakan pikiranku dengan terbuka dan terus terang karena aku takut orang lain akan menilaiku negatif.

5. Aku Menyindirmu Terlalu Gendut Untuk Mengintimidasimu, Karena Aku Tidak Nyaman Dengan Tubuhku Sendiri
 
 Aku menyindir pakaian yang kamu kenakan tidak cocok buatmu karena kamu tubuhmu yang terlalu berisi, terlalu pendek, dan masih banyak lagi. Aku juga tidak segan-segan menggunakan kekurangan tubuhmu seperti jerawat, stretch marks, keriput, dan lainnya sebagai bahan ejekan agar kamu minder. Mengapa aku sampai tega mengejekmu sampai kamu hancur? Karena aku membenci tubuhku sendiri. Aku tidak rela melihatmu mencintai dirimu sendiri, karena itulah aku menyeretmu agar kamu bisa merasakan apa yang kurasakan.


6. Aku Merendahkan Pilihan Hidupmu Karena Aku Tidak Percaya Diri Dengan Pilihan Hidupku Sendiri



Aku nyinyir saat melihatmu bahagia sebagai ibu rumah tangga yang bisa tinggal di rumah menemani suami dan anak-anakmu. Aku jugalah wanita yang merendahkanmu ketika kamu lebih memilih menjadi wanita karir sukses dan bisa melanglang buana ketika aku di sini masih terjebak dalam hidupku yang membosankan. Kulakukan itu karena tanpa sadar, aku membatasi diriku sendiri. 

Aku tidak sadar bahwa aku bisa menjadi apapun yang aku mau tanpa memikirkan perkataan orang lain. Aku iri melihatmu bisa memilih jalan hidupmu dengan bebas sedangkan aku terlalu pengecut untuk mengambil langkah baru demi mengubah diriku menjadi lebih baik.
Karena itulah, maafkan aku. Aku terlalu rendah diri untuk melihat betapa berharganya diriku sampai-sampai aku harus menjatuhkanmu. Semua penilaian jelekku terhadapmu hanyalah cerminan diriku sendiri yang begitu hina karena aku menolak untuk menyayangi diriku sendiri. Setelah ini, aku berharap aku bisa menemukan banyak hal dari diriku yang bisa kusayangi, agar kita bisa menjadi sahabat baik yang bisa menghargai satu sama lain.
Terima kasih telah membaca : Untuk Kamu, Dari Wanita yang Membencimu
Sumber: kelascinta.com





This entry was posted in

Wednesday, December 7, 2016

Wanita yang Sering Berhubungan Intim Memiliki Daya Ingat Tajam


http://harian-gadis.blogspot.co.id
Harian Gadis - Bagi pasangan yang telah menikah, berhubungan intim merupakan suatu aktivitas yang tak tabu lagi untuk dibicarakan juga dilakukan. Hubungan intim merupakan aktivitas yang sebenarnya tak hanya membuat hubungan dua orang menjadi semakin mesra, dekat dan mengesankan tetapi juga bisa membuat kedua pasangan mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Beberapa penelitian yang dilakukan di McGill University di Montreal bahkan menyebutkan jika berhubungan intim bisa membuat daya ingat wanita menjadi lebih baik dan mengesankan.

Dikutip dari laman boldsky.com, para peneliti menemukan jika efek kepuasan dalam berhubungan intim bisa membuat otak menjadi semakin rileks dan bahagia. Hubungan intim yang baik dan mendatangkan orgasme yang maksimal bisa membuat suasana hati seseorang menjadi lebih bahagia. Rasa bahagia inilah yang nantinya mendorong seseorang khususnya para wanita memiliki daya ingat yang kuat dan baik. Tak hanya daya ingat kuat, wanita yang sering melakukan hubungan intim bersama suami juga memungkinkan dapatkan otak yang semakin cerdas.

Prof Larah Muander, seorang ahli seksologi mengatakan, "Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa PVI (penis-vagina intercouse) bisa saja memiliki efek menguntungkan pada fungsi memori atau daya ingat. Mereka yang memiliki hubungan intim cukup bahkan sering setiap harinya, ini akan membuat otaknya semakin sehat. Ini juga membuat daya ingatnya semakin kuat.

Para peneliti yang telah melakukan penelitian terhadap 78 wanita usia 18 sampai 29 tahun dan telah bersuami atau melakukan hubungan intim ditemukan bahwa wanita yang lebih sering melakukan hubungan intim serta mencapai klimaks yang maksimal memiliki daya ingat yang kuat. Sementara itu, wanita yang jarang melakukan hubungan intim juga jarang mencapai klimaks, ditemukan bahwa mereka rentan mengalami lupa, kurang fokus dan kurang bahagia.

Penelitian lain yang dipublikasikan di dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menunjukkan bahwa frekuensi hubungan intim positif berkaitan dengan kemampuan otak dalam mengingat kata-kata yang ia dengar atau pengetahuan dalam bentuk tulisan. Seringnya frekuensi hubungan intim akan membuat jaringan baru di hippocampus tumbuh. Pertumbuhan inilah yang nantinya berpengaruh pada emosi, daya ingat serta sistem saraf otonom di otak.

Well, mengingat akan begitu bermanfaatnya hubungan intim bagi otak, para peneliti sangat menyarankan agar pasangan suami istri senantiasa melakukan hubungan intim yang cukup. Meski melakukan hubungan intim yang cukup dan terbilang sering baik buat daya ingat wanita, peneliti juga menyarankan agar hubungan intim itu tidak dilakukan terlalu sering karena bisa saja hubungan tersebut menyebabkan rasa bosan dan tidak maksimalnya hubungan yang dilakukan. Semoga, informasi ini bermanfaat.

Terima kasih telah membaca: Wanita yang Sering Berhubungan Intim Memiliki Daya Ingat Tajam


Sumber: www.vemale.com