Wednesday, December 14, 2016

Apakah Dia Mencintaimu Sepenuh Hati? Cek Tandanya Ini



















Harian Gadis  - Semua orang pasti ingin mencintai dan balik dicintai sepenuh hati serta dengan tulus. Memang, cinta bukan perkara yang bisa dipaksa. Cinta, merupakan suatu perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan tidak dapat diukur. Perihal cinta, hal itu juga menjadi misteri yang tak bisa ditebak seenak jidat begitu saja. Terkadang, cinta datang dari orang yang tak terduga. Cinta, juga tak bisa dilihat apakah itu benar-benar tulus atau hanya sekedar kepura-puraan belaka.

Umumnya, seseorang yang benar-benar sedang dimabuk cinta akan merasa deg-degan saat ia bersanding dengan seseorang yang benar-benar dicintainya. Bahkan tak jarang, seseorang yang benar-benar sedang dilanda cinta akan salah tingkah ketika ia hanya mendengar suara orang yang sedang dicintainya. Tapi sayangnya, ketika seseorang mencintai dengan tulus dan sungguh-sungguh, tidak jarang orang yang dicintainya hanya mempermainkan perasaannya. Ketika seseorang benar-benar mencintai karenaNya, dia yang dicintai bahkan sama sekali tak menaruh perasaan cinta padanya.


Untuk mengetahui apakah si dia balik mencintaimu dengan tulus atau tidak, ada beberapa tanda yang bisa kamu lihat darinya. Jika tanda tersebut tak ada, bisa saja dia tak mencintaimu setulus kamu mencintainya. Apa saja tandanya? Berikut tanda bahwa dia juga mencintaimu sepenuh hati dan setulus hati.
  • Komunikasi Dijaga Dengan Baik

    Ketika dia benar-benar mencintaimu dengan tulus, ia akan senantiasa menjaga komunikasi yang kalian jalin. Ia akan senantiasa ada di saat kamu bahagia maupun kamu sedih. Sesibuk apapun dia, dia bahkan tak pernah lupa untuk mencoba menanyakan kabarmu. Dia juga akan senantiasa memastikan bahwa kamu sedang baik-baik saja saat jauh darinya. Sadar atau tidak, dia ternyata juga memahamimu dengan baik. Ia juga senantiasa membuatmu nyaman. Sesekali ia bisa menjadi teman, menjadi orang tua, menjadi adik atau bahkan menjadi guru untukmu.
  • Kamu Senantiasa Dibuatnya Bahagia

    Dia yang benar-benar mencintaimu akan senantiasa membuatmu merasa bahagia. Dia yang benar-benar mencintaimu dengan tulus juga tak akan tega menyakitimu. Dia selalu punya cara agar kamu senantiasa tersenyum dan merasa aman bersamanya. Dia yang benar-benar mencintaimu akan memahamimu dengan baik dan berusaha melakukan sesuatu yang bisa membuatmu suka.
  • Kamu Dikenalkan ke Keluarganya

    Ketika ia telah menjadi seseorang yang senantiasa terbuka dan mau memperkenalkanmu dengan keluarganya, itu menunjukkan bahwa ia mencintaimu dengan tulus. Itu juga menunjukkan bahwa ia serius dalam menjalankan hubungan bersamamu. Tak hanya mengenalkanmu pada keluarganya, seseorang yang tulus mencintaimu dan serius denganmu juga akan memperkenalkanmu dengan teman-teman atau pun orang-orang di sekitarnya.
  • Dia Jujur, Terbuka dan Tidak Mengekangmu

    Dia yang benar-benar mencintaimu akan senantiasa menjadi pribadi yang jujur dan terbuka. Dia jujur dan terbuka mengenai dirinya maupun keluarganya. Dia juga tak akan mengekangmu untuk menjadi seseorang yang diinginkannya. Dia yang benar-benar mencintaimu akan menerimamu dengan tulus bagaimana pun kamu.
  • Dia Jadi Pendengar Sekaligus Penasehat yang Baik

    Seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus tak akan malas untuk mendengar semua keluh kesah atau pun curhatanmu padanya. Ia justru akan menjadi penasehat yang baik. Ia juga akan menjadi pendengar yang baik. Tapi ingat, meskipun si dia benar-benar mencintaimu dengan tulus, jangan sampai kamu terlalu sering berkeluh kesah padanya. Kamu yang mudah berkeluh kesah justru akan membuatnya merasa risih denganmu. Kalau sudah begitu, rasa cinta yang ada di hatinya untukmu perlahan luntur dan tak tersisa lagi.

Ladies, itulah beberapa tanda bahwa si dia benar-benar mencintaimu dengan tulus. Memang, perasaan cinta tak bisa dilihat secara kasat mata karena perasaan cinta benar-benar datang dari hati yang hanya bisa dirasa dengan hati pula. Tetap ikuti kata hati dan nuranimu serta selalu minta yang terbaik dariNya. Pada dasarnya, hanya Dialah yang Maha Membolak-Balikan Hati.

Terima kasih telah membaca:  Apakah Dia Mencintaimu Sepenuh Hati? Cek Tandanya Ini


Sumber: vemale.com
This entry was posted in

Sunday, December 11, 2016

Jawablah 5 Pertanyaan Ini Agar Bisa Menemukan Belahan Jiwa Kamu

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Zaman sekarang, kelihatannya orang mudah sekali untuk jatuh cinta. Setiap orang yang disuka selalu dikira sebagai jodoh atau belahan jiwa yang selama ini mereka cari-cari. Karena terlalu buru-buru, mereka jadi delusional atau malah meminta pasangan berubah menjadi sosok yang mereka inginkan.

Tidak sehat sekali, bukan? Inilah sebabnya kamu sering melihat pasangan putus-nyambung, temanmu berganti-ganti pasangan, dan orang-orang lebih memilih bertahan dalam hubungan buruk. Agar hal buruk itu tidak terjadi padamu, tahan dulu dirimu sejenak. Sebelum kamu buru-buru mencari belahan jiwa kamu, sebaiknya jawab dulu 5 pertanyaan ini agar kamu tidak salah langkah.

1. Hubungan Seperti Apa yang SIAP Kamu Jalani?

Mudah sekali membicarakan hubungan seperti apa yang kamu INGINKAN, bukan yang SIAP kamu jalani.

Apa yang kamu inginkan belum tentu sesuai dengan kesiapan dirimu saat ini. Jangan terburu-buru mencari pasangan untuk langsung menikah. Anggap saja masa-masa ini sebagai pembelajaran buatmu untuk mencari tahu apa yang kamu benar-benar inginkan dan melatih kedewasaan serta meningkatkan kualitas dirimu. Kalau untuk saat ini kamu merasa belum siap berhubungan jangka panjang dan masih ingin berkenalan dengan banyak orang, jangan memaksakan diri. Jangan ikut-ikutan orang lain.

2. Bisakah Kamu Berinisiatif Duluan dalam Hubungan?

Banyak orang lebih memilih menunggu pasangan berkualitas datang ke dalam kehidupan mereka ketimbang berinisiatif dan bergerak keluar mencarinya. Kalau kamu masih suka jaim, jual mahal, dan meminta si dia berinisiatif duluan, tandanya kamu belum siap memiliki pasangan. Kalau kamu memang ingin menjalani hubungan berkomitmen, jangan malu-malu atau enggan berinisiatif lebih dulu. Pasangan akan sangat menghargai usahamu dan akan berusaha mengimbangi usaha yang sudah kamu berikan untuknya.


3. Saat Kamu Melihat Calon Pasangan, Apa yang Kamu Perhatikan, Dirinya Apa Adanya atau Ekspektasi Kamu Tentangnya?

Pasti kamu pernah membayangkan kehidupan masa depan yang kamu inginkan bersama calon pasanganmu. Boleh saja bermimpi, tetapi jangan sampai kamu termakan mimpimu sendiri. Akibatnya, kamu jadi tidak bisa nyaman dalam hubungan dan menerima pasangan apa adanya dan menuntut dia untuk berubah sesuai ekspektasimu. Ingat, pasangan memilih kamu bukan karena dia ingin diubah olehmu. Kalau kamu belum bisa menghormati dan sayangi pasanganmu sebagaimana dirinya yang sebenarnya, lebih baik perpanjang dulu masa singlemu sampai benar-benar siap.


4. Apakah Kamu Memiliki Masalah Hidup yang Menurutmu Bisa Diselesaikan dengan Memiliki Pasangan?

Jika kamu menjawab ya, berarti kamu tidak layak menjalani hubungan.
Hubungan cinta tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah apapun dalam hidupmu. Pasangan hanya bisa mendukung kamu dalam hidup, bukannya menyokong hidupmu sepenuhnya. Janganlah mencari pasangan untuk mengobati insecurity, mengusir kesepian, dan menyingkirkan ketakutan pribadimu. Sebisa mungkin, janganlah mengandalkan pasangan untuk selalu menyelesaikan masalahmu. Kamu akan menciptakan hubungan yang codependen. Nantinya, hubungan codependen tersebut akan berubah jadi hubungan abusive dimana kamu mengekang pasangan hanya untuk kepuasan dirimu.

5. Apa Passion Hidup Kamu dan Apa Saja yang Kamu Lakukan Untuk Memuaskan Passion Kamu Tersebut?

Meski nantinya kamu dan si dia akan berpasangan, bukan berarti kalian memiliki tujuan hidup yang sama. Makanya, kamu harus mencari tahu passion hidup kamu dan apa yang kamu lakukan untuk memuaskannya. Apakah kamu seorang desainer yang suka mendesain pakaian? Atau seorang akuntan yang puas dengan pekerjaan kamu saat ini? Jika kamu masih belum menemukan passion kamu, pasangan akan jadi mudah bosan dan kamu juga akan jadi mudah bergantung padanya.

Begitu pula dengan pasanganmu, dia juga harus memiliki karir atau ambisi yang sedang dia perjuangkan. Sebuah hubungan tanpa ambisi pribadi akan terasa hambar karena kamu dan pasangan tidak akan bisa membanggakan satu sama lain dalam hal apapun.


 Sumber: kelascinta.com



This entry was posted in

Keluarga dan Teman-Teman Membenci Pasangan Kamu? Atasi dengan Menjawab 5 Pertanyaan Ini

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Hubungan asmara yang sukses membutuhkan kerja sama, kompromi, dan usaha yang seimbang dari kedua pihak. Kamu dan pasangan boleh saja memiliki hubungan yang harmonis, namun bagaimana jadinya jika orang tua tidak merestui atau teman-teman membenci pasanganmu?

Memang, hubungan hanya kamu dan pasangan yang menjalani. Teman-teman dan keluarga tidak sepantasnya ikut campur. Akan tetapi, ketidaksetujuan mereka lama-kelamaan membuatmu bimbang juga. Apa langkah terbaik yang harus kamu lakukan ketika orang-orang tersayangmu membenci pasangan? Dengan menjawab 5 pertanyaan ini, kamu bisa menemukan titik terang untuk masalah kamu.

1. Apakah Hubungan yang Kamu Jalani Sekarang Bisa Bertahan Hingga 3-5 Tahun yang Akan Datang?

Kalau logikamu menjawab tidak, sebaiknya akhiri saja hubunganmu sebelum kamu menjawab pertanyaan berikutnya. Meskipun kamu cinta mati dengan pasangan, jika kalian tidak mungkin bisa bersama di masa depan, alangkah baiknya jika kamu bisa menemukan orang lain yang bisa kamu ajak membangun masa depan bersama.

Tenang saja, si dia pasti tidak akan jadi satu-satunya orang terbaik yang kamu cintai. Kamu pasti akan menemukan pasangan yang tepat cepat atau lambat.

2. Apakah Hubungan Kamu Saat Ini Membuatmu Bahagia dan Hidupmu Tetap Berjalan dengan Baik?

Hubungan yang sehat seharusnya menambah kebahagiaan hidupmu, bukannya menjadi satu-satunya sumber kebahagiaanmu. Kalau kamu sampai mengabaikan pekerjaan, hobi, keluarga, dan pergaulan demi pasangan, berarti hubunganmu tidak sehat. 

Ketika kamu terlalu fokus dengan pasangan saja, akan sulit buatmu introspeksi diri dan melihat apakah hubunganmu benar-benar membuatmu bahagia atau hanya menyengsarakanmu.


3. Apakah Kamu Benar-Benar Mencintai Pasangan atau Dia Hanya Membuatmu Nyaman?

Terkadang, hubungan bisa bertahan lama bukan karena pasangan saling mencintai, tetapi karena mereka telanjur nyaman dengan satu sama lain sehingga mereka tidak sanggup putus.

Mungkin saat ini kamu bertahan karena kamu takut dengan status single. Semakin lama kamu bertahan dalam hubungan yang tidak tepat, makin susah juga meninggalkannya, lho. Segera ambil keputusan yang tepat buatmu sebelum kamu terlambat dan menyesal di kemudian hari.


4. Apakah Teman-Teman atau Keluargamu Memiliki Alasan Kuat Untuk Membenci Pasanganmu?

Sudah tidak mengejutkan lagi jika ada teman atau keluarga membenci pasangan karena alasan sepele, mengada-ada, dan tidak masuk akal. Kalau temanmu cemburu karena merasa kamu terlalu dekat dengan pasangan dan waktu berkumpul jadi berkurang, menyalahkan pasanganmu terasa jauh lebih mudah daripada mengekspresikan kekesalannya padamu.

Di sisi lain, perhatikan juga cara pasanganmu memperlakukan keluarga dan teman-temanmu. Jika menurutmu kamu terlalu sering membela pasanganmu atas sikap dan perlakukannya yang tidak baik, tandanya pikiranmu masih kurang objektif untuk menyadari pasanganmu memang bukan orang yang tepat untukmu.

5. Apakah Hubunganmu dengan Pasangan Layak Untuk Diperjuangkan Sampai Kamu Harus Kehilangan Teman atau Keluargamu?

 
Pastinya kamu tidak ingin menyesal karena sudah membuang waktu, energi, dan orang-orang tersayang demi orang yang tidak tepat buatmu, bukan? Cinta bisa membuatmu buta kalau kamu tidak bisa mengimbangi perasaanmu dengan logika. Jadi, coba bayangkan seperti apa rasanya hidup tanpa kehadiran pasanganmu saat ini. Setelah itu, coba bayangkan lagi seperti apa rasanya hidup tanpa kehadiran teman-teman dan keluargamu. Kedua skenario tersebut memang sangat menyedihkan untuk dibayangkan, namun kamu harus bisa menentukan kehidupan seperti apa yang layak kamu perjuangkan. Dan keputusan seperti itu haruslah kamu yang menentukan, bukannya pasangan, teman-teman, atau keluargamu.

Harus memilih di antara dua pilihan sangatlah berat. Namun, di saat seperti inilah kedewasaanmu dilatih. Tidak selamanya kamu bisa mengandalkan cinta dan perasaan untuk mengatasi masalah. Terkadang, kamu harus bisa mengandalkan logika dan pikiran rasionalmu. Tenang saja, jika pasanganmu saat ini bukanlah orang yang tepat, pasti akan hadir pasangan yang lebih baik untukmu. Dan ada kalanya juga kamu harus terpaksa kehilangan teman atau anggota keluarga yang kamu sayangi jika kamu ingin berkembang dengan pasanganmu. Pastikan kamu membuat pilihan yang tepat, ya.

Sumber: kelascinta.com

This entry was posted in

Saturday, December 10, 2016

7 Alasan Kamu Tidak Perlu Galau Dalam Mencari Cinta

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Ladies, kamu tidak perlu menyakiti diri sendiri terlebih dulu demi mencari cinta. Dari setiap rintangan dan kegagalan yang kamu alami adalah pengantarmu menuju cintamu yang terbaik di masa depan.
Cinta tidak pernah bisa dipaksakan. Cinta tidak akan bisa dipalsukan dengan insecurity dan obsesi. Untuk mencari pasangan yang terbaik buatmu, jadikan dirimu yang terbaik untuk dirimu sendiri. Tentunya, untuk bisa merasakan yang terbaik, kamu harus menyayangi dirimu sendiri. 

1. Ingin Menjadi yang Terbaik? Kelilingi Dirimu Dengan Orang-Orang Terbaik, Tentunya

Kamu perlu mengelilingi hidupmu dengan banyak orang supaya kamu tidak merasa cupu, sedih, dan panik. 

2. Tidak Usah Pusing Memikirkan Apakah Si Dia Akan Menyukaimu Atau Tidak

'Kamu tidak perlu menciptakan obrolan khusus agar kesannya lebih pribadi dan nyambung' .
Jika kamu sudah menjadi yang terbaik, dia akan menyukaimu. Kalau dia tidak menyukaimu, berarti dia bukan yang terbaik untukmu.

3. Selalu Usahakan Dirimu Untuk Menemui Orang Baru Setiap Harinya

4. Rendah Diri Sungguh Berbeda Dengan Rendah Hati

Sifat rendah diri itulah yang membuat pribadi seseorang menjadi sulit berkembang dalam karir bahkan sulit pula mendapatkan kekasih.

5. Awas! Jangan Kelamaan Berkutat di Media Sosialmu!

Kesibukan online semakin lama semakin menajamkan rasa kesendirian dan menurunkan rasa PD.
Apa yang mereka perlihatkan di dunia maya belum tentu sama dengan apa yang mereka alami di dunia nyata, lho.

6. Selalu Beranikan Dirimu Memulai Sesuatu Paling Tidak Satu Kali Seumur Hidup

Kemampuan memulai adalah salah satu kunci kesuksesan.
Terkadang, kegagalan didapat dari ketakutanmu untuk mencoba hingga kesempatanmu hilang.

7. Mungkin Kamu Kesepian Karena Kamu Menyia-nyiakan Orang-Orang yang Berada di Sekitarmu

Karena langkah pertama untuk membebaskan dirimu dari julukan single kesepian adalah berusaha connect dengan orang-orang yang pernah ada itu.

Kalau memang menurutmu kamu kesepian karena tidak ada orang-orang berkualitas di sekitarmu, kenapa kamu tidak keluar dari lingkunganmu yang membosankan dan mencari orang-orang berkualitas tersebut?


Sumber: kelascinta.com 
 

 




This entry was posted in

Jangan Bawa Pasangan ke Pelaminan Kalau Kamu Punya 9 Masalah Ini Saat Masih Pacaran!

http://harian-gadis.blogspot.com

Harian Gadis - Zaman sekarang, banyak sekali pasangan yang langsung memantapkan diri untuk menikah padahal mereka baru beberapa bulan bertemu. Tidak ada yang salah dengan itu, asalkan pasangan pilihanmu benar-benar sesuai dengan kriteriamu. Namun, masih ada pula orang seperti kamu yang mungkin belum tahu pasangan seperti apa yang cocok menjadi partner hidupmu seumur hidup. Makanya, ketika kamu melihat temanmu yang dalam sekejap yakin pasangannya adalah orang yang tepat, kamu jadi meragukan dia. Apakah temanmu terlalu buru-buru memutuskan atau dia benar-benar sudah tahu?

Tentunya, setiap orang memiliki alasan berbeda-beda saat dia memilih pasangan hidupnya. Apapun alasan tersebut, jangan sampai disebabkan oleh insecurity dan ketidaksabaran untuk mencicipi kehidupan rumah tangga. Agar kamu lebih mudah memilih dengan cepat dan tepat, berikut ini adalah 9 tanda pasangan yang tidak layak bersanding denganmu di pelaminan, secinta apapun kamu pada pasangan.

1. Kalau Kamu Membayangkan Masa Depanmu Bersama Pasangan, Kamu Berharap Dia Bisa Berubah

Kalau kamu masih berharap dia akan berubah atau menghilangkan sifatnya yang tidak kamu sukai setelah kalian menikah nanti, dijamin 100% kamu akan kecewa. Pernikahan bukanlah tongkat sihir yang bisa menghilangkan segala masalah yang kalian hadapi saat masih pacaran. Jadi, jangan harap pasangan akan berubah dewasa kalau dia masih kekanakan saat pacaran. Jangan harap si dia akan bisa lebih memahami kamu setelah menikah, dan lain sebagainya.


2. Kalau Pasangan Bersikap Kasar dan Tidak Menghormati Kamu

Jika ada saat-saat di mana pasangan mengataimu terlalu sensitif atau bersikap masa bodoh saat kamu sedang bersedih, dia bukan pasangan yang tepat untukmu. Jika dia bersikap kasar padamu, teman-temanmu, bahkan pada orang asing seperti pelayan di restoran, segera putuskan dan tinggalkan dia saja daripada mengajak dia ke pelaminan.


3. Kalau Kamu Merasa Kesepian Karena Semua Temanmu Sudah Menikah

Baiklah, teman-temanmu sudah menikah dan mulai memiliki anak. Ditambah lagi, mereka sering menghujanimu dengan pertanyaan, “Kapan nyusul?” atau “Mana calonnya?”, kamu bisa lebih rentan merasa kesepian dan tertinggal. Meski begitu, pernikahan tidak akan bisa mengobati rasa kesepianmu tersebut. Justru kamu akan jauh lebih kesepian apabila kamu menikah dengan alasan 


4. Kalau Kamu Tidak Bisa Jadi Dirimu yang Terbaik Bersama Pasangan

Pasangan yang terbaik buatmu seharusnya mendorongmu untuk berkembang menjadi dirimu yang terbaik. Namun, kalau kamu lebih sering menangis, berubah dengan terpaksa, dan memaksakan kebahagiaanmu demi pasangan, buat apa diteruskan? Nantinya, kamu yang akan tersiksa seumur hidup karena pasangan tidak menyukai diri kamu yang sesungguhnya.


5. Kalau Teman dan Keluarga Tidak Menyukai Pasangan

 Wajar saja kalau ada teman atau keluarga yang tidak menyukai pasanganmu, tetapi kamu juga harus pandai menguak alasan mereka. Jika pasangan bersikap tidak sopan pada orang-orang tersayangmu, sudah sepantasnya kamu mempertimbangkan lagi keputusanmu untuk meneruskan proses pernikahan kalian atau tidak.

6. Kalau Kamu Merasa Tidak Layak Menjadi Pendamping Hidup Pasangan

Sekali lagi, pasangan terbaik akan mendorongmu menjadi dirimu yang terbaik. Apabila kamu merasa tidak akan pernah bisa jadi cukup pintar, cukup kaya, cukup cantik untuk pasangan, rumah tanggamu akan dipenuhi dendam dan kebencian. Nantinya, kamu akan berharap bisa bersama orang lain yang bisa menerima kamu seutuhnya.


7. Kalau Kamu dan Pasangan Sulit Mempercayai Satu Sama Lain

Kalau kamu dan pasangan masih rajin mengecek ponsel, akun media sosial, main kode-kodean, dan sering curigaan pada satu sama lain, lebih baik selesaikan dulu trust issues kalian sebelum menikah. Mungkin kamu punya masalah kecemburuan dari masa lalu yang harus dipecahkan? Lebih baik kamu berkonsultasi pada terapis atau relationship coach agar lebih mudah menyelesaikannya.


8. Kalau Pasangan Masih Tidak Mau Menikahimu

Kalian sudah saling mencintai, tetapi karena alasan tertentu, si dia tidak mau menikahimu. Hal ini dapat dimaklumi karena pernikahan bukanlah hal sepele dan merupakan perkara seumur hidup. Namun, kalau kamu telah menunggu bertahun-tahun sampai pasangan berubah pikiran dan masih tidak ada perubahan juga, kamu hanya membuang waktu dengan satu orang saja.


9. Kalau Kamu Memiliki Firasat Pasangan Bukanlah Orang yang Tepat Untukmu

Mengandalkan firasat memang tidak selalu efektif. Akan tetapi, jika saat ini kamu cukup sering berpikiran, “Kalau dia bukan orang yang cocok, nggak masalah. Gue masih bisa cerai sama dia,” atau “Walau gue belum cinta dia sekarang, gue akan paksa diri gue buat sayang sama dia,” atau sejenisnya, berarti dia memang bukan orang yang tepat untukmu.


Sumber: kelascinta.com
 

This entry was posted in

Friday, December 9, 2016

Ladies, Bukannya Dia Tidak Peduli Padamu. Ini Alasan Sebenarnya Pasanganmu Terasa Dingin Bagai Tembok di Depanmu

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Ladies, sekarang terjawab sudah mengapa pasanganmu sulit memahami kode-kodeanmu, sulit berterusterang di depanmu, dan mengapa kelihatannya tidak peduli terhadap perasaanmu. Jawabannya: karena cara pria menghadapi emosinya dengan cara yang berbeda.

Kelihatannya, wanita lebih emosional dan lebih gampang meledak-ledak dibanding pria yang terkesan rasional dan cenderung menutupi perasaannya. Tidak juga, lho. Pria juga bisa sama emosionalnya dengan wanita dan wanita juga bisa sama rasionalnya dengan pria. Akan tetapi, pria memproses emosi mereka dengan cara yang berbeda dengan wanita dari cara proses otak, hormon, dan kebutuhan emosi.

Oleh karena itu, jangan salahkan pasanganmu kalau dia tidak memahami kode-kodeanmu, Ladies. Inilah yang cara pasanganmu menghadapi emosinya sebagai seorang pria dan apa saja kebutuhan emosional yang perlu kamu berikan kepadanya sebagai pasangannya.


1. Dia Memiliki Sense of Pride. Semua Pria Ingin Menjadi yang Terbaik Untuk Wanita yang Dia Cintai

Akan tetapi, pada masa kini, wanita bisa berpenghasilan sama tingginya dengan pria, bisa melindungi diri sendiri, serta bisa mengatasi hampir segala kesulitan apapun tanpa bantuan pria. Kamu tetap harus menjadi wanita mandiri, Ladies. Namun, jangan sampai kamu menyelesaikan semua masalah sendirian tanpa membiarkan si dia membantumu. Pasanganmu akan merasa tidak berguna untukmu. Buatlah dirinya merasa dihargai sebagai pasanganmu dengan membagi tanggung jawab bersama yang adil dan saling tolong-menolong dalam hubungan.


2. Dia Sangat Ingin Merasa Dibutuhkan Olehmu. Dia Ingin Menjadi Pahlawan di Matamu Sebagai Orang Tercintanya

Meski dia tidak pernah mengungkapkannya, dia ingin sekali dibutuhkan olehmu sebagai pasangannya. Dia ingin apa yang dia lakukan untukmu bisa membahagiakanmu. Dia akan bangga saat melihat usahanya berhasil. Sebagai pasangannya, bagaimana cara kamu untuk membantunya?
Hargailah semua usaha yang dilakukan pasangan untukmu, sekecil dan sebesar apapun itu. Berterimakasihlah padanya atas apa yang dia lakukan. Rasa penghargaan dapat membuat si dia lebih terdorong untuk membantumu lebih sering lagi. Kalau dia lebih sering membantumu, kamu juga yang senang, bukan

3. Dia Ingin Bisa Diandalkan Olehmu. Baginya, Dia Bukan Gentleman Kalau Tidak Bisa Membahagiakanmu

Pasanganmu ingin merasa dia bisa melakukan apa saja untukmu. Kamu dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dengan mengetahui hal ini. Katakan padanya kamu tahu segala hal yang dia lakukan untukmu adalah demi membahagiakanmu. Walaupun usahanya gagal atau dia melakukan kesalahan, jangan terlalu pedas mengkritiknya. Kritikan yang terlalu pedas dapat membuatnya berpikir kamu tidak terlalu percaya dia bisa melakukan tugasnya untukmu. Semua orang tidak sempurna, wajar saja jika pasanganmu melakukan kesalahan. Pria memang ingin membahagiakanmu, tetapi janganlah kamu memanfaatkan hasratnya tersebut untuk menuntutnya melakukan apapun yang kamu mau.


4. Dia Juga Butuh Waktu Sendiri. Sama Seperti Kamu yang Ingin Dipahami, Dia Juga Ingin Kamu Memahami Waktu Sendirinya Ini

Me time untuk pria bisa dilakukan dengan banyak hal. Dia melakukannya dengan membaca koran, nonton pertandingan bola, bermain games, atau berkumpul dengan teman-temannya. Biarkanlah dia menghabiskan waktu sendirinya. Waktu sendiri adalah waktu buatnya mengurangi stres.
Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba dia menghilang seharian tanpa memberi kamu kabar, ya. Jangan sekali-kali kamu ngambek atau bahkan melarangnya melakukan apa yang dia suka. Bersikaplah pengertian padanya. Dengan begitu, dia akan makin sayang, pengertian, dan pengertian juga padamu.


5. Sebagai Pria, Dia Punya Siklus Emosinya Sendiri. Kalau Pasanganmu Tiba-Tiba Menghilang, Bukannya Dia Tidak Peduli Padamu, Dia Hanya Butuh Waktu Untuk Memproses Perasaannya

Inilah poin terpenting yang harus kamu pahami sebagai wanita. Inilah sebab pria bersikap tertutup di depanmu. Pria akan menyendiri dan menutup diri selama yang dia butuhkan untuk menghadapi emosinya sendiri. Makanya saat kamu meminta dia menceritakan masalahnya, dia justru bersikap cuek seolah tidak terjadi apa-apa di depanmu. Namun, anehnya, justru sikap cueknya inilah yang mendorongnya untuk kembali lagi padamu cepat atau lambat.

Sayangnya, berkebalikan dengan pria, wanita ingin disayangi, dihargai dan dipahami saat dia merasa emosional. Makanya kebanyakan wanita merasa diabaikan ketika pria mengalami siklus ini.

Oleh karena itu, jika pria bersikap cuek saat dia sedang emosional, hadapi dia dengan tenang dan mintalah dia untuk bercerita kapan pun dia mau. Biarkan dia berkumpul dengan temannya, karena pria lebih mudah mengeluarkan uneg-unegnya pada temannya dibanding pasangannya. Kalau dia meminta waktu sendiri, berikan saja. Kamu tidak perlu takut dia tidak mencintaimu lagi.

Ladies, jika dia pria yang dewasa, dia akan bersedia kompromi denganmu dalam mengatur emosinya dan bersedia bercerita padamu di waktu yang tepat. Sebagai pasangan, dia tetap harus menceritakan apa yang dia rasakan padamu juga. Karena jika tidak, maka akan terjadi kesalahpahaman yang dapat berakibat komunikasi yang tidak efektif.


Sumber: kelascinta.com


This entry was posted in

Masih Suka Baper Sama Hubungan Masa Lalu Kamu? Buruan Move On dengan 10 Cara Ini!

http://harian-gadis.blogspot.co.id

Harian Gadis - Sudah lama putus, tetapi masih teringat mantan terus. Hubungan sudah lama berakhir, tetapi kenangannya masih bikin dada sesak dan kamu gampang baper. Yap, itu tanda-tanda kamu masih susah buat move on, Ladies.

Susah move on bukanlah sesuatu yang bisa ditertawakan. Kalau mantan kamu memang baik dan kamu terpaksa putus dengannya, pasti mengecewakan sekali. Namun, kamu tetap harus belajar dan kembali bangkit dari kegagalan. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik, kok.

Kesulitan move on bisa disebabkan oleh beberapa hal yang hanya diketahui oleh kamu seorang. Saking sulitnya, kamu sampai tidak bisa kembali kencan dan berhubungan dengan orang baru karena bayang-bayang mantan masih menghantui dari sikap, kekurangan, atau minat gebetan baru kamu yang mirip sekali dengan mantan. Nah, biar kamu tidak baper karena dihantui oleh bayangan mantan lagi, berikut ini 10 cara efektif untuk perlahan bangkit dan move on, Ladies.


1. Daripada Menangis Terus Karena Tidak Bisa Mengubah Masa Lalu, Lebih Baik Mengambil Hikmah Darinya

Easier said than done, Ladies. Tetapi, daripada meratapi diri karena masa lalu, lebih baik kamu belajar darinya. Bersikaplah introspektif dengan mengambil beberapa sisi negatif yang membuatmu bersyukur kamu bisa putus dengan mantan. Mungkin dulu mantanmu posesif, cemburuan, atau bawel? Sekarang kamu tidak perlu repot-repot menghadapi sifatnya itu lagi. Setelah kamu mengetahui apa yang kamu tidak suka dari mantan, pasti proses move on kamu terasa lebih mudah.

2. Daripada Berpikir Keras Kesalahan Apa yang Kamu Lakukan yang Bikin Kalian Putus, Lebih Baik Ikhlaskan Saja Semuanya

Biasanya, orang yang susah move on, cenderung berpikir, “Aku salah apa sih sampai dia mutusin aku?” atau “Kok dia mutusin aku begitu saja, sih?” dan masih banyak lagi. Sekarang, lupakan semua pikiran tidak berguna itu. Kamu tidak akan bisa mengubah masa lalu yang sudah terjadi. Meskipun menurut kamu putusnya hubungan kalian karena kesalahanmu, kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa untuk mengubahnya, bukan? Just let it go. Lebih baik isi pikiran kamu dengan hal-hal yang lebih berguna dan lebih seru yang ada di hadapan kamu saat ini.

3. Sadari Bahwa Tidak Ada yang Abadi, Termasuk Hubunganmu Dengan Mantan. Terkadang, Seseorang Hadir Hanya Untuk Memberimu Pelajaran Agar Kamu Bisa Berkembang

Mungkin kamu sulit move on karena kamu tidak pernah ingin hubungan kalian berakhir. Sekarang kamu sudah sadar bahwa tidak ada yang abadi—termasuk hubungan kamu dengan mantan. Mungkin si dia hanya hadir dalam hidupmu untuk menjadi pelajaran berharga bagimu. Dan ketika kamu sudah dianggap selesai belajar, cepat atau lambat kamu akan disiapkan untuk mendapatkan hal yang lebih baik daripada mantan kamu.

4. Biarkan Dirimu Bersedih. Menangislah Atau Marahlah Sepuasnya, Jangan Ditahan-Tahan Lagi Sampai Kamu Puas

Kamu sulit move on karena kamu belum membiarkan dirimu merasakan semua kekesalan, kesedihan, dan sakit hati yang kamu rasakan. Bersikaplah emosional. Menangislah seharian, marahlah sepuasnya, keluarkan semua uneg-uneg kamu sampai kamu lega. Your emotions are there because they’re meant to be felt and dealt with, Ladies.

5. Tingkatkan Lagi Self-Esteem Kamu Pasca Putus. Bangkitkan Lagi Kepercayaan Dirimu dan Buatlah Dirimu Bersinar Kembali

Pasca putus, kamu pasti merasa insecure, kurang percaya diri, dan sulit untuk bangkit. Nah, saatnya untuk kembali membangun self-esteem kamu. Percayalah hanya karena hubunganmu gagal, bukan berarti kamu wanita gagal. Manjakan diri dengan ke salon atau belanja, berkumpul dengan teman-teman, pokoknya lakukan apapun yang membuatmu merasa kembali cantik, seksi, dan menarik lagi.

6. Haram Hukumnya Buat Menghubungi Mantan Sebelum Kamu Benar-Benar Move On Sepenuhnya

Hapus kontak mantan dari ponsel kamu. Delete, remove, blok mantan di media sosial agar hidup kamu tenang. Jangan sok-sok peduli atau menjaga silaturahmi dengan menanyakan kabar mantan kalau kamu masih baper dan tidak rela saat tahu dia dekat dengan orang lain. Setelah kontak mantan kamu hapus, pasti pikiran kamu tentang dia berkurang jauh. Lebih baik jaga jarak aman sebelum kamu siap bersilaturahmi lagi dengan mantan.

7. Mantan Sudah Move On dan Punya Pacar Baru? Mulailah Belajar Menerima Kenyataan Agar Usaha Move On Kamu Terasa Lebih Mudah

Memang, itu menyakitkan dan susah untuk dilalui, tetapi bukan berarti kamu tidak berdaya. Terima saja kenyataan bahwa mantan memang sudah menjadi bagian dari masa lalu kamu. Apapun yang terjadi tidak akan membawa pengaruh apapun padamu dan masa depanmu kecuali kalau kamu membiarkannya. Belajar menerima adalah kunci kebahagiaan dan kebebasan diri.

8. Lupakan Segala Ekspektasi Kamu Tentang Mantan yang Bikin Kamu Sulit Memulai Hubungan Baru

Susah move on juga bisa disebabkan karena kamu membuat ekspektasi bahwa mantanmu adalah pasangan yang paling sempurna dan kamu tidak akan bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik daripada dia. Bagaimana kamu bisa move on kalau


9. Ingat-Ingat, Semua Orang Berbeda. Jangan Membanding-bandingkan Gebetan Baru dengan Mantan Kamu yang Dulu

Percuma saja kamu kencan sana-sini dengan gebetan baru kalau kamu masih membandingkan mereka dengan mantanmu. Ingat-ingat, mereka adalah orang yang jauh berbeda dengan mantan. Hanya karena gebetan dan mantan punya selera musik/kuliner/film yang sama tidak berarti itu pertanda kamu harus balikan lagi sama mantan.

10. Bangun Citra Positif Untuk Diri Kamu Sendiri dan Masa Depan Kamu yang Lebih Baik

Siapa lagi yang bisa membangun pikiran dan masa depan positif selain kamu sendiri? Sekarang kamu berjuang untuk menjadi lebih baik, makanya kamu harus bisa bersikap positif terhadap dirimu sendiri. Hargai dirimu sendiri karena mencoba untuk move on, dan optimis kamu akan segera merasa lebih baik sesegera mungkin. Lakukan hal-hal positif yang membuatmu kembali bahagia dan utuh ya, Ladies!

Sumber: kelascinta.com



This entry was posted in